Sekilas Pekon PDF Cetak E-mail
Kamis, 04 Agustus 2011 | 16:04 WIB
Waynarta merupakan salah satu pekon di Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Lampung Barat yang terletak di tepi pantai. Sejak tahun 1936 silam pekon tersebut sudah memiliki kepala desa. Menurut tetua pekon, sejarah pekon waynarta adalah merupakan pecahan dari Pekon Kota Karang. Awalnya adalah dua orang kakak beradik (Jalimin dan Si Jawa) dari Pekon Kotakarang yang membuka hutan untuk bertani di Pekon Waynarta. Selanjutnya, setelah penduduk berkembang maka terben tuklah pekon dengan nama Waynarta.
Secara geografis Pekon Waynarta memiliki luas 2.665 hektare (Ha) yang berada didaerah perbukitan serta dataran rendah yang terletak di tepi pantai. Yang berbatasan sebelah utara dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia, sebelah barat berbatasan dengan Pekon Balam dan sebelah Timur berbatasan dengan Pekon Kotakarang. Wilayah pesisir pantai Pekon waynarta merupakan daerah tujuan wisata (DTW) bagi tamu mancanegara maupun domestik karena berhadapan langsung dengan samudera Indonesia, yang membuat gemas para wisatawan berselancar, selain itu juga lautnya yang masih alami dan belum tercemar serta udaranya yang sejuk apalagi mempunyai keindahan di pantai pesisirnya. Selain panoramanya yang alami, juga ombaknya yang menantang untuk berselancar (surfing). Namun sayangnya objek wisata tersebut belum dikelola maksimal oleh pemerintah.
 Masyarakat Pekon Waynarta saat ini mempunyai 440 jiwa yang terdiri dari 97 kepala keluarga (KK), sementara memiliki sekitar 78 tempat tinggal, dengan dua pemangku yakni Pemangku I Waynarta dan Pemangku II Talang Waybatang. Sementara untuk fasilitas umum di pekon setempat seperti untuk fasilitas pembelajaran anak usia dini pekon setempat, sarana ibadah yaitu mas jid serta Tempat Pengajian Anak (TPA) untuk fasilitasi pekon setempat sebagai tempat beribadah.
Muftah merupakan pemimpin yang menjadi peratin di Pekon Waynarta sejak tahun 2006 lalu hingga sekarang, yang mempunyai tujuan memajukan pekon, kedepan agar masyarakatnya lebih baik dan sejahtera dengan harapan perekonomian dipekon setempat kedepan mendapat dukungan dari pemkab Lambar. Serta berharap bagaimana pihaknya mengupayakan agar Pekon Waynarta tersebut seperti pekon-pekon lain yang lebih maju, serta adanya pembangunan fasilitas kantor peratin berupa balai pekon untuk lebih memudahkan aktifitas roda pemerintahan dipekon. Peratin Muftah tersebut dikenal ramah kepada warganya merupakan sosok yang dibanggakan sebagai seorang pemimpin di dipekon setempat. Masyarakat pekon setempat sendiri merupakan masyarakat adat dan mayoritas penduduknya suku Lampung (98 %), dan suku jawa dan lain-lain (2%) yang bermata pencaharian sebagai petani, perkebunan dengan komoditi yang dihasilkan seperti damar, melinjo, serta cengkeh dan buah-buahan (durian, duku).
Fasilitas umum yang telah dinikmati oleh masyarakat setempat meliputi sarana pembangunan Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) melalui dana BJSB 2005, sarana pembangunan bak penampung air bersih serta mandi cucu kakus (MCK) melalui dana PPK tahun 2005. Selanjutnya, pembangunan turbin saluran listrik tenaga air dengan menggunakan dana ADP dan BJSB tahu 2006 dan 2007, rehab irigasi melalui swadaya masyarakat tahun 2008. Kemudian pembangunan jalan lingkar pemangku dan pembangunan talud abrasi melalui dana PNPM-MP 2009 dan  2010, serta pembuatan Tem pat Pengajian Alqur’an (TPA) melalui kucuran dana PNPM-MP.
Sementara, pihaknya mengucapkan rasa terimakasih kepada perangkat-perangkat pekon dan uspika Kecamatan Pesisir Utara dalam kerjasamanya untuk pembangunan pekon Waynarta ini. Selain itu juga pihaknya menambahkan agar dipekon setempat adanya penerangan listrik dari PLN karena selama ini masyarakat masih menggunakan turbin. “ Selain itu, mengharapkan masyarakat agar selalu kompak dalam kerjasama untuk kemajuan pekon setempat, dan menjaga fasilitas pekon yang sudah dibangun, “ tutupnya. (yayan)
 
Advertise
Kami memiliki 180 Tamu online