| Teri Perlambat Osteoporosis |
|
|
|
| Kamis, 29 September 2011 | 11:12 WIB |
|
JIKA kita mendengar kata osteoporosis, maka yang terpikirkan adalah umur yang semakin tua dan tulang yang sudah tidak kuat lagi. Saat itulah mulai muncul berbagai keluhan, terutama tulang dan persendian terasa sakit. Dokter Aswedi Putra, Sp.B.O., F.I.S.C. menerangkan, osteoporosis adalah kondisi di mana tulang memang sudah mulai keropos serta rentan terkena penyakit tulang dan sendi. Kondisi ini akan dialami oleh setiap manusia. ’’Setiap orang, terutama yang sudah memasuki usia tua, pasti mengalami osteoporosis. Namun dengan mengonsumsi kalsium yang banyak, kondisi ini dapat diperlambat, bukan dicegah,” ungkap dokter spesialis bedah tulang dan sendi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) ini. Aswedi mengatakan, susu adalah asupan gizi yang lengkap untuk tubuh. Namun seiring perkembangan zaman, susu menjadi semakin mahal dan sulit dinikmati. Tetapi yang belum diketahui masyarakat adalah ikan teri yang juga mengandung protein dan kalsium cukup tinggi ternyata dapat memperlambat proses osteoporosis. ’’Jadi jangan anggap teri sebagai makanan kampungan atau murahan, karena manfaatnya untuk tubuh sangat banyak,” paparnya. Selain mudah didapat, ikan kecil ini juga dijual dengan harga yang cukup murah. Oleh karena itu, teri menjadi salah satu ikan yang cukup banyak dikonsumsi sebagai lauk-pauk. Tetapi belum banyak yang tahu bahwa di balik tubuhnya yang mungil, teri jengki (stolephorus insularis) menyimpan banyak manfaat bagi tubuh. Ikan teri, lanjut Aswedi, mengandung kalsium dan fluor dalam bentuk senyawa CaF2 dalam konsentrasi yang cukup besar. Karena ikan ini mudah rusak, perlu dilakukan suatu cara untuk mengawetkannya. Cara yang lazim dipakai adalah pengasinan. ’’Ternyata, proses pengawetan maupun pemasakan ikan teri jengki ini tidak memengaruhi CaF2 yang di kandungnya. Kandungan kalsiumnya yang tinggi membuat ikan ini sangat baik untuk memperlambat pengeroposan tulang atau osteoporosis. Ikan teri merupakan sumber kalsium yang tahan dan tidak mudah larut dalam air,” ujarnya. Selain itu, fluor yang di kandungnya juga sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi. Fluor adalah elemen penting dalam mencegah karies atau lubang gigi. Fluor akan bereaksi dengan hidroksi apatit yang terdapat pada email gigi menjadi senyawa fluor apatit yang lebih tahan terhadap asam. Dengan demikian mineral gigi menjadi tidak mudah larut dan karies lebih sulit terjadi. Dalam 100 gr/1 ons ikan teri mengandung Protein 33,40%, Lemak 3,00%, Fosfor 1,50%, Besi 0,0036%, Vitamin B1 0,15 mg %, Energi 77 kkal, Kalsium 500 mg – 1200 mg, Vit A RE 47. Oleh karena itu, menurut Aswedi, manfaat dan kandungan dari ikan teri harus dipahami masyarakat agar bisa mendapatkan asupan kalsium dengan harga yang terjangkau. ’’Mulai sekarang, kita harus lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium untuk memperlambat osteoporosis. Setelah megetahui manfaatnya, tinggal pengolahannya yang dapat menambah nafsu makan kita,” pungkasnya. (rnn/haris tiawan) |