| Warga Keluhkan Way Tuok Penuh Sampah |
|
|
|
| Senin, 12 September 2011 | 10:45 WIB |
|
PESISIR TENGAH - Pembuangan sampah di Sungai (Way) Tuok, Lingkungan Pasar Mulya Barat, Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Lampung Barat, dikeluhkan warga. Selain kotor, juga sangat mengganggu aliran sungai yang bermuara ke laut, ditambah lagi kondisi saluran pembuangan aliran sungai ke laut tertutup karena pasir pantai. Sudah sering sebagian warga yang melihat ada warga sengaja membuang sampah disungai tersebut. Menurut salah seorang warga kelurahan Pasar Krui, yang enggan disebutkan, kepada Radar Lambar kemarin mengatakan memang ada sebagian warga yang membuang sampah disungai tersebut, bukan hanya warga Pasar Krui saja melainkan warga di wilayah lain sehingga dengan banyaknya warga yang membuang sampah di sungai tersebut menjadikan kondisi sampah di sungai ini menumpuk apalagi di muara sungai yang menuju kelaut. “Karena tertutupnya saluran air sungai menuju laut yang di sebabkan oleh pasir laut itu sehingga air mengendap dan sampah pun menumpuk di sungai, akibatnya air sungai yang bermuara di laut itu tergenang karena tertutupnya saluran pembuangan air sungai tersebut sehingga menimbulkan bau yang tak sedap dan kemungkinan akan menimbulkan penyakit, terkait itu pihaknya berharap agar adanya solusi pembuangan aliran sungai menuju kelaut agar kondisi air sungai tersebut tidak tergenang serta sampah yang ada bisa keluar dari sungai. Mungkin dengan adanya penggalian muara yang menuju kelaut serta pembuatan beronjong untuk menahan pasir laut agar aliran sungai tidak tertutup kembali,” katanya. Terpisah Lurah Pasar Krui, Tam bat.S., kepada Radar Lambar kemarin menuturkan. Kondisi Way Tuok memprihatinkan, disamping banyaknya sampah di dalam sungai juga aliran airnya yang tidak lancar dan tergenang apalagi jika musim kemarau, kondisi air yang tergenang juga menimbulkan bau tak sedap. Memang dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit bagi warga sekitar pemukiman aliran sungai tersebut terutama di wilayah muara sungai yang dekat dengan laut. “Kondisi sungai tersebut memang sangat memprihatinkan, dahulu warga sudah sering melakukan penggalian pasir laut untuk membuat saluran aliran sungai menuju kelaut, namun karena faktor alam sehingga galiran serta aliran sungai itu tertutup kembali oleh pasir. Dan jika dipasang beronjong sebagai penahan pasir laut agar aliran sungai tidak tertutupi lagi juga kemungkinan hanya sementara dan sifatnya tidak akan bertahan lama dan tidak bermanfaat, karena walaupun di pasang beronjong otomatis akan tertutup kembali oleh pasir karena aliran sungai tersebut kecil. Kecuali jika kondisi airnya besar kemungkinan tidak akan tertutup lagi oleh pasir,” ungkapnya. (yayan/haris) |