|
Kamis, 29 September 2011 | 10:58 WIB |
KRISIS perekonomian secara global yang saat ini melanda dunia akibat masalah ekonomi dan keuangan yang mengimpit sebagian besar negara di kawasan Eropa serta Amerika Serikat, sejauh ini belum menimbulkan dampak serius bagi Indonesia. Terjaga baiknya kondisi makroekonomi Indonesia belakangan ini memungkinkan Indonesia tahan menghadapi guncangan. Namun, agar bisa terhindar dari imbas guncangan krisis tersebut, Indonesia tak boleh tinggal diam. Tidak ada jaminan Indonesia tidak akan terkena dampak karena krisis yang terjadi kini telah "menendang" ke segala arah. Bayangkan, seorang presiden negara superpower sekelas Barack Obama saja pusing tujuh keliling menghadapi kondisi yang ada. Begitu pun dengan sederet pimpinan negara-negara Eropa. Karena itu, Pemerintah Indonesia tidak boleh terlalu yakin Indonesia tidak akan terpengaruh.
|
|
|
Kamis, 29 September 2011 | 10:58 WIB |
|
Indonesia kembali berduka! Setelah sekian lama terpukau melihat keberhasilan aparat penegak hukum menggulung jejaring-jejaring terorisme berkedok agama, kini muncul kembali bom bermotifkan sama. Sasarannya kali ini, Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo. Ledakan bom bunuh diri itu terjadi usai para jemaat menyelesaikan kebaktian kedua pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB, menewaskan pelaku dan melukai tak kurang dari 22 orang yang sedang melaksanakan ibadah di sana.
|
|
Kamis, 29 September 2011 | 10:58 WIB |
|
Terkait du gaan korupsi, perselingkuhan, kinerja yang tidak me muaskan, dan ada yang sakit, di jajaran menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, memunculkan wacana dan keseriusan akan reshuffle. Reshuffle yang dilakukan tentu sebagai upaya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan meningkatkan kinerja pemerintahan SBY. Me-reshuffle para menteri yang melakukan tindakan yang melanggar hukum dan tidak bisa bekerja, karena sakit atau tidak profesional, merupakan sebuah tindakan yang tepat. Dengan mengganti mereka seolah-olah pemerintah ini mendapat energi yang baru. Namun ada lagi menteri yang harus di-reshuffle, yakni menteri kepanjangan tangan kepentingan asing di Indonesia. Menteri-menteri itu pantas di-reshuffle sebab juga sama-sama merugikan kepentingan pemerintah dan rakyat Indonesia.
|
|
Senin, 12 September 2011 | 11:00 WIB |
|
Semua agama memiliki kitab suci sebagai dokumen dan rujukan doktrin serta ajarannya. Hanya saja tidak semua ajaran yang diwariskan oleh pendiri agama terdokumentasikan secara komplet, otentik, dan akurat dalam kitab suci sehingga banyak ajaran rasul Tuhan yang kemudian sulit ditelusuri oleh generasi di belakangnya. Ini sangat bisa dipahami karena ketika awal mula agama disebarkan oleh pembawanya, tradisi baca-tulis belum kuat dalam masyarakat. Jadi, kalau sekarang muncul pertanyaan dan perdebatan ilmiah-historis tentang mata rantai dan otentisitas dokumentasi kitab suci sebuah agama, itu merupakan hal yang wajar dan logis saja.
|
|
Senin, 12 September 2011 | 11:00 WIB |
|
Amerika Serikat (AS) sekarang bukan Amerika yang dulu lagi. Amerika kini lebih besar pasak daripada tiang. Amerika kini gali lubang tutup lubang untuk membiayai hidupnya. Tak heran apabila Standard & Poor’s (S&P) menurunkan peringkat utang AS dari AAA menjadi AA+. Secara ekonomi Amerika kini masih memiliki “power”, namun status “super” nya dipertanyakan. Bukan hanya Amerika Serikat, negara maju di Eropa juga mengalami krisis ekonomi. Irlandia dan Yunani merupakan dua korban pertama. Portugal, Italia, Spanyol bahkan Prancis beresiko mengalami nasib serupa.
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|