| Hasil Panen Pengaruhi Pencapaian Target PBB |
|
|
|
| Senin, 12 September 2011 | 10:53 WIB |
|
BALIKBUKIT - Kecamatan Belalau Kabupaten Lambar merupakan salah satu kecamatan yang realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)-nya yang masih dibawah 20 persen, padahal jatuh tempo pembayaran pajak tersebut paling lambat tanggal 30 bulan ini. “Hingga saat ini PBB Kecamatan Belalau belum lunas 100 persen, hal itu disebabkan karena tahun ini hasil panen pertanian khususnya padi dan kopi menurun dratis sehingga masyarakat belum membayar PBB. Namun kita akan upayakan sebelum jatoh tempo, PBB untuk kecamatan ini akan rampung 100 persen,” ujar Camat Belalau Syamsu Hilal, S,Sos kepada Radar Lambar, kemarin. Lanjut dia, mayoritas penduduk yang berada di Kecamatan Belalau adalah petani. Diperkirakan bulan Juli mendatang, kita akan menyetor PBB dan diupayakan terealisasi 70 persen dari target PBB yang telah ditetapkan. Kita juga berkomitmen sebelum jatuh tempo tanggal 10 September mendatang, terget PBB Kecamatan Batuketulis telah terealisasi 100 persen,” ujar Haiza kepada Radar Lambar kemarin. Dilain pihak, Camat Belalau Syam su Hilal, S.Sos mengatakan, pihaknya melalui peratin dan pemangku telah turun kelapangan melakukan penagihan terhadap masyarakat tapi warga belum bayar karena mengalami gagal panen padi, serta hasil panen kopi tahun ini menurun dibanding tahun 2010 lalu. “Akibat gagal panen padi, sebagian besar warga disini belum bisa membayar PBB tapi kita akan upayakan melunasi PPB tersebut sebelum jatuh tempo,” kata dia. Lanjut dia, meskipun saat ini target PBB Rp30.098.444 belum dilunasi tapi pihaknya optimis jika target PBB itu akan terealiasi secepatnya. “Petugas kita telah gencar melakukan penagihan dan kita menghimbau kepada warga supaya secepatnya melunasi PBB,” harapnya. (lusiana) |