| Warga Minta, Alokasi ADP Di Awasi |
|
|
|
| Kamis, 04 Agustus 2011 | 15:19 WIB |
|
BALIKBUKIT - Penggunaan Anggaran Dana Pekon (ADP) tahap pertama yang dicairkan beberapa waktu lalu, di Kabupaten Lampung Barat (lambar) perlu pengawasan dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah dan Pekon (BPMPP) dan Kecamatan. “Tahap pertama ADP telah cair, kita sebagai masyarakat meminta kepada pemkab melalui dinas terkait dan pihak kecamatan agar bisa meninjau langsung pembangunan yang di lakukan setiap pekon terutama yang di-biayai dari dana ADP ini, apakah sudah sesuai untuk pembangunan fisik atau tidak, kalau tidak dialokasikan kepembangunan fisik lalu dana itu dikemanakan oleh peratin.
Mulai sekarang aparat pekon harus berani lebih terbuka kepada masyarakatnya,” Kata salah seorang warga Kecamatan Balikbukit, Ikhsan, kepada Radar Lambar, kemarin. Lanjut dia, tanpa adanya pengawasan yang ketat, diyakini setiap bantuan yang digulirkan ke pekon dikhawatirkan tidak tepat sasaran. Akibatnya, aparat pekon yang bersangkutan akan berhadapan dengan masalah bahkan sampai terseret ke proses hukum. “Selaku warga kita berharap agar aparat pekon nantinya bisa mengalokasikan dana ADP ini dengan pembangunan yang benar-benar berkualitassehingga hasil pekerjaanya bisa bertahan lama, dan bermanfaat, Artinya jangan sampai baru beberapa bulan dikerjakan, sudah rusak, kalau itu terjadi makan dana yang dipakai itu mubazir,” kata dia. Masih kata dia, selama ini telah banyak program pemkab Lambar yang telah digulirkan, seperti pembangunan sarana air bersih, irigasi, pembangunan jalan dan jembatan, perbaikan dan pembangunan gedung sekolah, puskesmas, poskesdes, dan perkantoran. “Jika sejumlah kegiatan itu tidak diawasi dengan baik, maka hasilnya tidak akan maksimal. Jadi peran serta kikta semua selaku masyarakat sangat diperlukan,” tandasnya. (edi saputra/mujitahidin) |