Warga Kembali Gunakan Minyak Tanah PDF Cetak E-mail
Kamis, 29 Juli 2010 | 20:32 WIB
WAYTENONG – Maraknya tabung gas elpiji meledak dan memakan korban jiwa di beberapa daerah di negara ini membuat sejumlah warga yang menggunakan tabung gas elpiji termasuk di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) memilih kembali menggunakan minyak tanah.
Seperti dikemukakan warga Kelurahan Fajarbulan, Kecamatan Way tenong, Ning (35). Sudah 10 tahun dirinya menggunakan gas elpiji untuk memasak. Namun karena banyaknya tabung gas elpiji meledak dan memakan korban di sejumlah daerah sehingga dirinya kembali menggunakan kompor minyak tanah.
“Saya beralih kembali menggunakan kompor minyak tanah karena takun menjadi salah satu korban ledakan tabung gas. Apa lagi di berita media elektronik dan media massa sudah sangat banyak warga yang menjadi korban ledakan tabung gas itu. Sebetulnya bukan hanya saya yang kembali menggunkan minyak tanah, setahu saya sejumlah ibu rumah tangga (IRT) di daerah ini yang awalnya menggunakan tabung gas elpiji juga kembali menggunakan kompor minyak tanah,” ujar dia.
Pantauan Radar Lambar di lapangan, memang betul bahwa para ibu rumah tangga yang sebelumnya memasak menggunakan gas elpiji kini mulai beralih menggunkan kompor minyak tanah, meski bahan baker tersebut harganya melambung tinggi dan sulit didapat.
Selain kembali menggunkan kom por minyak tanah, terdapat sejumlah warga juga menggunakan kayu bakar. Itu karena bahan baker minyak tanah sulit di dapat. Meskipun ada, harganya melambung tinggi.
Sejumlah warga tersebut mengaku selalu was-was saat memasak menggunakan tabung gas. Sementara dengan kembali menggunkan kompor minyak tanah dan atau kayu bakar, mereka (warga, Red) merasa lebih nyaman.
“Dengan menggunakan minyak tanah dan kayu bakar kami merasa lebih aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya akibat ledakan tabung gas yang terus memakan korban sejak beberapa bulan terakhir. Memang korbanya kebanyakan di luar Kabupaten Lambar, tapi apa bedanya kalau sam-sama menggunakan tabung gas elpiji,” kata Sopiah, warga Kelurahan Tugusari kecamatan yang sama.
Karena itu, warga mengharapkan pihak pertamina dan Pemkab Lambar mengupayakan sehingga kelangkaan minyak tanah di kabupaten ini tidak lagi terjadi. Selain itu, harga minyak tanah yang belakangan ini relatif tinggi untuk dapat disetabilkan kembali.
Sementara itu, permintaan tabung gas elpiji di beberapa kecamatan untuk keperluan memasak mulai berkurang. Itu karena warga mulai beralih kembali menggunakan minyak tanah. Demikian diungkapkan Safri, salah satu penjual tabung gas elpiji.
“Permintaan tabung gas memang mulai berkurang. Bahkan yang biasanya menukar tabung gas kosong dengan yang telah terisi juga kini mulai sepi. Itu karena sejumlah warga mulai beralih menggunakan minyak tanah dan kayu bakar,” pungkas Safri.
(muhtar rosadi/haris t)
 
Advertise
Kami memiliki 11 Tamu online