| Lakalantas, Sopir Ambulance Dirawat |
|
|
|
| Kamis, 29 September 2011 | 11:06 WIB |
|
BELALAU - Kecelakaan lalulintas (lakalantas) tunggal kembali terjadi di jalan lintas barat (Jalinbar) tepatnya di Pemangku Kampungsawah, Pekon Sukarame, Kecamatan Belalau, Lampung Barat. Kali ini satu unit mobil ambulance jenis L300 minibus nopol BE 9025 MZ milik RSUD Liwa menghantam pelar beton jebatan kuning Sungai (Way) Semangka sekitar pukul 03.00 WIB kemarin. Akibat kejadian tersebut, sopir ambulance Agus yang juga petugas RSUD setempat terpaksa dilarikan ke RSUD Abdole Moeloek Bandarlampung karena menderita luka di bagian kepala. Kasubbag Umum RSUD Liwa Eka Chandra, SKm. mendampingi Direktur RSUD Liwa dr. Herlina Rustam, M.Kes. kepada Radar Lambar mengatakan. Berdasarkan keterangan sopir (korban Agus), kronoligis kejadian bermula ketika hendak melintas di jembatan tersebut, dirinya dikejutkan sesosok orangtua berada di tengah jalan. Karena tersentak, Agus banting setir untuk menghindar agar tidak menabrak sosok dimaksud sehingga menghantam beton jembatan. Korban Agus dengan kondisi masih sadar bersama rekannnya yang tak lain adalah bidan pendamping Minarti, A.Md, Kep. langsung keluar dari mobil dan sempat mengelilingi kenderaan. Anehnya, sosok bapak tua yang sebelumnya dihindari agar tidak tertabrak itu tidak ada di sekitar lokasi. Selain itu, terdengar suara banyak orang sedang tertawa. “Menurut keterangan korban, bapak tua yang sebelunya dilihat berdiri di sekitar jembatan itu menghilang dan terdengar suara bayak orang asik tertawa. Keduanya hanya bisa pasrah dengan penuh rasa takut,” tutur Eka menirukan keterangan korban. Lanjut dia, beruntung beberapa saat kemudian ambulance yang berda dibelakang kendaraan nahas itu tiba di lokasi kejadian. Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Liwa untuk diberikan pengobatan. “Pada saat yang sama ambulance RSUD yang pulang setelah melakukan rujukan ada tiga, namun tidak berbarengan dan kenderaan yang mengalami kecelakan berangat kedua,” kata dia. Sementara, akibat kejadian tersebut Agus terpaksa dilarikan ke RSU Abdoel moeloek karena mengalami luka di bagian kepala sekitaran mata. Sementara korban Minarti tidak menglaimi luka serius atau hanya memar pada bagian perut dan beberapa bagian lain karena benturan. “Diperkirakan penyebab luka tersebut karena pecahan kaca. Karena takut pendarahan dan tidak adanya dokter ortopedi maka dia langsung dirujuk ke karang. Dan saat ini kondisinya telah membaik,” ucapnya. Sementara berdasrkan pantauan Radar Lambar di tempat kejadian perkara (TKP), mobil L300 ringsek bagian depan, pecah raiator dan casis bengkok serta pecah kacanya, sementara Pelar Beton yang tertabrak, sompel dan retak. “Kejadian in telah kami sampaikan ke Pemkab Lambar,” urainya. Berdasarkan keterangan warga setempat, mereka menghimbau kepada kenderaan yang melintas untuk lebih hati-hati, setidaknya jika melintas menyalakan klakson karena serting terjadi hal-hal yang aneh, seperti banyaknya pengendara yang melihat makhluk yang menyerupai manusia, seperti sosok perempuan, anak-anak atau bapak tua terutrama pada malam hari. (rinto arius/haris tiawan) |