| Siapkan Posko Siaga 24 Jam |
|
|
|
| Kamis, 29 September 2011 | 11:06 WIB |
BADAN Penanggulangan Ben cana Daerah (BPBD) Lampung sudah menyiapkan posko siaga 24 jam. Selain itu, menyediakan nomor telepon dan pesawat radio yang standby 24 jam bagi masyarakat yang ingin memberikan informasi. Tak cukup itu. BPBD Lampung terus berkoordinasi dengan BPBD yang tersebar di kabupaten/kota termasuk Lampung Barat. Ini mereka lakukan terkait perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan Lampung mulai memasuki musim pancaroba. Salah satu tandanya adalah angin bertiup kencang dan ini berpotensi terjadinya puting beliung. ’’Kami sudah menyiapkan posko siaga 24 jam. Kemudian jika ada masyarakat yang menyampaikan informasi bisa menghubungi nomor telepon BPBD Lampung dan kabupaten/kota atau melalui pesawat radio. Kami bekerja sama dengan RAPI agar akses informasi bisa cepat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Lampung Akmal Jahidi didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Fajar Isnawan kemarin. Dia melanjutkan, berdasarkan data 2011, dari Januari–Agustus sedikitnya terjadi 15 kali puting beliung. Paling banyak di Pringsewu dengan lima kali kejadian. ’’Masyarakat tidak perlu terlalu cemas. Sebab, kecemasan justru akan menimbulkan keadaan yang tidak terkendali ketika bencana datang,” paparnya. BPBD sendiri sudah kerap melakukan sosialisasi untuk mem berikan pemahaman kepada masyarakat agar bertindak dengan tepat ketika terjadi bencana. ’’Sosialisasi selalu kami lakukan dengan berbagai cara. Kami juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait agar ada persiapan serta bisa mengambil tindakan yang tepat ketika terjadi bencana,” ujarnya Seperti diberitakan, Kepala Stasiun Klimatologi Masgar Haryanto di Balai Keratun mengatakan, angin kencang yang terjadi akhir-akhir ini merupakan ciri dari pancaroba. Artinya, sudah mau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. ’’Angin kencang tidak selalu terjadi merata. Bergantung kondisi topografi dan tekanan udara suatu daerah. Semakin rendah tekanan udara, semakin kerap daerah itu dilanda angin kencang,” tutur Haryanto. Berdasarkan pengamatan Klimatologi Masgar, semua daerah di Lampung berpotensi dilanda puting beliung. ’’Kalau sudah melihat awan cumulonimbus (awan yang bergumpal dan bentuk dasarnya horizontal), kita harus segera menyingkir,” ingat Haryanto. Kecepatan puting beliung bisa di atas 60 km per jam. (rnn/haris tiawan) |