Target BOS Menengah Rp1 Juta per Anak PDF Cetak E-mail
Kamis, 29 September 2011 | 11:03 WIB
KEMENTERIAN Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menargetkan dana rintisan bantuan operasional sekolah (BOS) menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) mencapai Rp1 juta/anak per tahun. Untuk tahap awal, pemerintah telah mengusulkan sebesar Rp200 ribu/anak per tahun.
Dirjen Pendidikan Menengah Kemendiknas Hamid Muhammad menjelaskan, besaran dana dilakukan bertahap karena jumlah anggaran Kemendiknas yang terbatas. Mengenai usulan tersebut, lanjutnya, juga sudah disampaikan ke Komisi X DPR RI.
’’Kita menargetkan Rp1 juta per anak per tahun. Tetapi, anggaran Kemendiknas saat ini terbatas karena fokus pada rehabilitasi sekolah rusak dan ini juga sudah disampaikan dan masih dalam proses diskusi bersama komisi X,’’ ungkap Hamid di Gedung Kemendiknas, Jakarta, Rabu (28/9).
Dijelaskan, usulan besaran dana BOS Rp200 ribu tersebut merupakan estimasi awal yang didasarkan atas data Survei Tenaga Kerja Nasional (Sakernas) 2009 yang dilakukan Badan Statistik Nasional (BPS). Dari survei tersebut diketahui, rata-rata pengeluaran siswa SMA/SMK sekitar Rp2,3 juta per anak per tahun.
’’Meski besarannya masih sekitar 10 persen dari total pengeluaran operasional sekolah, itu maklum saja. Namanya rintisan, kita harus mulai dari yang rendah dan sesuai kemampuan kita dulu. Jangan menunggu sampai punya Rp2 juta per anak baru mulai. Siapa tahu nanti dengan bertambahnya anggaran di tahun berikutnya, angka dana BOS rintisan itu bisa bertambah,’’ tutur Hamid.
Sementara, rencana pemerintah menggratiskan SPP untuk siswa SMA/SMK pada 2013 ada yang dikecualikan. Menurut Hamid, sekolah yang berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) tetap akan memungut dana dari siswa. Alasannya, sekolah RSBI tidak mendapatkan jatah BOS yang masuk dalam program rintisan BOS sekolah menengah yang dimulai 2012. ’’Apalagi pada tahun 2013, RSBI sudah mapan sehingga tak perlu ada kata ‘rintisan’ lagi,’’ tandasnya.
Lebih jauh Hamid mengatakan, dalam konsep rintisan BOS ini tidak sama dengan pendidikan dasar. Rintisan BOS ini bukanlah secara utuh untuk menggratiskan biaya sekolah layaknya dana BOS pendidikan dasar.  Tetapi, sebagai upaya agar sekolah bisa terjangkau semua kalangan. Dengan kata lain, tidak semua sekolah SMA/SMK mendapatkan rintisan BOS ini.
’’Jadi, masyarakat jangan beranggapan bahwa sekolah SMA/SMK akan gratis semua. Ini hanya sekolah yang masuk dalam kriteria pelayanan minimal,’’ tukasnya.
Namun, Hamid mengungkapkan, ke depannya tidak menutup kemungkinan RSBI juga akan men dapatkan dana Rintisan BOS Sekolah Menengah. Menurutnya, hal tersebut ditentukan oleh besarannya anggaran yang diterima oleh Kemendiknas.
(rnn/haris tiawan)
 
Advertise
Kami memiliki 9 Tamu online