Petani Kopi Beralih ke Karet PDF Cetak E-mail
Senin, 12 September 2011 | 10:59 WIB
KEBUNTEBU - Sejumlah petani di Kecamatan Kebuntebu Kabupaten Lampung Barat,  sejak beberapa bulan lalu mengganti tanaman kopi yang  yang hasil panennya tidak menentu dengan tanaman karet.
Hasbi, warga Pekon Purajaya mengatakan, panen kopi yang kurang menguntungkan atau pemasukan tidak sebanding dengan pengeluaran pihaknya mengaku sejak beberapa bulan ini mulai menanam bibit karet disela-sela kebun kopi.
Bibit karet itu dia mengambil dari wilayah Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang. menanam bibit karet ingin menambah penghasilan selain dari kopi yang setiap tahunnya kurang menguntungkan.
 “Menanam bibit karet kata orang-orang katanya lebih menguntungkan dibanding kopi. Dan beberapa bulan ini saya coba disela-sela pohon kopi menanam bibit karet cocok apa tidaknya di Lambar,” katanya.
Senada diungkapkan Masrin, ada beberapa lahannya di Laksana, Tribudisyukur yang kosong mulai mencoba nanam bibit karet. Pihaknya mencoba menanam bibit karet. Pasalnya, petani selalu merugi karena hasil panen kopi yang diperoleh setiap tahunnya kurang begitu menguntungkan.
Masrin menambahkan, dulu menanam kopi  hasilnya cukup menjanjikan. Bahkan, sempat tersebar image di masyarakat, orang tidak akan bisa berangkat ibadah haji, jika tidak menanam kopi, karena biaya berangkat haji cukup besar.
“Itu dulu, sedang berkebun kopi belakangan ini tidak lagi menguntungkan, apalagi harganya hanya Rp15 ribu/kg,” kata dia.
Sehubungan dengan itu, dia mengaku terpaksa beralih dengan menanam karet , terlebih setelah masuk tanaman karet dengan menggunakan bibit unggul, hasil getahnya berlipat ganda dibandinkan dengan  karet biasa.
“Cocok apa tidaknya wilayah Lambar di tanam karet, menanamnya tidak banyak dan mencoba menanam sebanyak 100 batang,” ungkapnya. (muhtar rosadi/haris t)
 
Advertise
Kami memiliki 3 Tamu online