Kejadian Jadi Langganan Banjir PDF Cetak E-mail
Senin, 12 September 2011 | 10:55 WIB
BELALAU - Tidak maksimalnya drenase sepanjang jalan nasional dari Pekon Kenali-Kejadian, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat, menjadikan Pekon Kejadian sebagai langganan banjir.
    Sebagaimana di ketahui ketika turunnya hujan, sebagian besar masyarakat lebih memilih berteduh. Namun berdaskan pantauan wartawan koran ini Sabtu (10/9) beda dengan yang dialami warga Umbulsappot Pekon Kenali, warga Pemangku dua Banjarnegeri dan Pemangku Satu, Pekon Kejadian.
Warga bergelut  menahan air hujan yang mengusung limbah keluarga kiriman dari Pekon Kenali agar tidak masuk halaman. Sedangkan danpak lain dari besaran air tersebut juga dirasakan warga Pemangku Waysemangka, Pekon Bedudu dimana lahan perkebunan dan jalan nasional pekon setempat menjadi korban keganasan air yang mengalir seperti sungai.
Menurut warga Belalau, Sopian. Sebelumnya aliran air buangan dari Pekon Kenali, bukan hanya satu arah seperti sekarang ini, melainkan ada beberapa titik, seperti di pemangku Banjarnegeri pembuangan arah tebingcanda, dan di Pemangku Induk Kejadian menuju ke arah Sungai (Way) Khawong yang bermuara di Way Semangka.
Namun, seiring masuknya pembangunan pemerintah kala itu, maka dibangunlah drenase sepanjang Pekon Kejadian. Dan pembuangan air pun dijadikan satu arah yakni menuju Teba (Tanjakan) Suok, menuju pemenagku Waysemangka. Karena kapasitas drenase kecil besaran airpun tak terbendung hingga secara belahan merusak infrasruktur jalan tersebut.
Sementara ditambahkan salah-satu warga Pekon Kejadian yang enggan disebutkan namanya, pihaknya membenarkan apa yang disampaikan Sopian. Akan tetapi jika pembuangan air dikembalikan seperti seida kala, juga akan merusak areal perkebunan dan berdanpak terhadap longsor serupa.
“Satu-satunya upaya yakni mem bangun drenase yang lebih besar dan dikiri-kanan jalan, hingga air tidak sampai tertumpah,” katanya.
Karena itu, atasnama masyarakat ketiga pemukiman setempat ke dua warga tersebut harapkan Pemkab Lambar untuk upayakan pembangunan drenase tersebut, agar keberadaan air hujan yang kerap menggenagi halaman rumah dan badan jalan dapat tertasi. (rinto arius/haris t)
 
Advertise
Kami memiliki 10 Tamu online