KADO ISTIMEWA LAMBAR PDF Cetak E-mail
Kamis, 29 September 2011 | 11:18 WIB
PESISIR TENGAH - Uji coba Bandara Serai di Kecamatan Pesisir Tengah, Lampung Barat, menjadi kado istimewa HUT ke-20 kabupaten setempat.
Demikian diungkapkan Bupati Drs. Hi. Mukhlis Basri, M.M. saat menyampaikan sambutan dalam uji coba penerbangan perdana Bandara Serai kemarin.
Menurutnya, secara geografis, Lapter Serai cukup strategis. Selain berada di daerah dataran tinggi, yang berarti bebas dari ancaman banjir atau tsunami, lapter ini juga terhubung dengan jalan nasional, baik lintas barat maupun lintas tengah Provinsi Lampung.
’’Lokasi Bandara Serai ini ditetapkan dengan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 475 Tahun 2009 tanggal 30 Oktober 2009 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Baru di Pekon Serai, Lambar, Provinsi Lampung. Bandara ini mempunyai peran penting baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten,” ujar Mukhlis.
Menurutnya, Bandara Serai sejalan dengan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) 2005-2025 pemerintah pusat. Yakni pembangunan infrastuktur transportasi, khususnya bandara, diarahkan pada pengembangan transportasi yang efisien dan efektif guna percepatan pertumbuhan ekonomi dan sebagainya.
Selain itu, ungkap Mukhlis, bandara ini juga memiliki arti penting bagi pemprov. Sebab, bandara ini termasuk dalam rencana pengembangan sistem jaringan transportasi yang tercantum pada rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Provinsi Lampung. Bandara Serai dapat berfungsi sebagai bandara khusus untuk keperluan navigasi dan mitigasi bencana alam.
Bandara ini juga dapat difungsikan sebagai bandara umum yang diharapkan mampu mendorong pengembangan kawasan andalan Liwa-Krui sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di koridor barat Pulau Sumatera.
’’Sedangkan arti penting bandara ini bagi pemerintah kabupaten adalah sebagai pendorong terciptanya visi pembangunan Lambar. Yakni terwujudnya masyarakat yang Cekatan (cerdas, kreatif, aman, takwa, dan andalan),” tuturnya.
Dijelaskan, berdasarkan arahan RTRW Lambar, Bandara Serai memiliki fungsi umum dengan hierarki sebagai pengumpan yang mempunyai cakupan pelayanan dan memengaruhi perkembangan ekonomi lokal sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2007-2012.
Dalam konteks pengembangan wilayah, Bandara Serai akan menjadi fasilitas penting untuk mendorong sektor pariwisata seperti kawasan bahari pantai Tanjung Setia, pusat penangkaran penyu, wisata Pulau Pisang, repong damar, wisata Danau Ranau, wisata budaya, wisata ziarah gunung Pesagi serta wisata arung jeram.
“Selain itu juga mendorong pengembangan kunjungan wisatawan, industri pariwisata, serta sektor perikanan tangkap,” ungkapnya.
Diketahui, uji coba bandara menggunakan pesawat Susi Air itu berlangsung sukses. Pesawat yang berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta itu membawa penumpang diantaranya direktorat bandara Kemenhub, Slamet; inspektur kelaikan udara, Captain Winarso; inspektur penerbangan otoritas bandara, Martolis; anggota DPR RI Nazarudin Kiemas dan Usmawarni Peter, Wakil Bupati Lambar, Drs. Hi. Dimyati Amin, serta beberapa pihak lain.
Sementara, Kasatker Bandara Serai, Syafrudin, kepada Radar Lambar (Grup Radar Lampung) mengaku selain Susi Air, sudah ada maskapai penerbangan lain yang telah mengajukan diri untuk melayani rute tersebut.
“Bandara Serai saat ini masih melakukan proses izin operasional bandara di Kemenhub, Jakarta. Sementara saat ini maskapai penerbangan yang sudah melakukan pengajuan yakni Susi Air dan Merpati Air. Kemungkinan ada empat kali penerbangan dalam sehari. Saat ini ita juga memiliki kendala seperti di kesiapan fasilitas operasi seperti pemadam kebakaran serta ambulan. Kami berharap bandara ini bisa menjadi andalan Lambar,” ujarnya. (yayan/haris tiawan)
 
Advertise
Kami memiliki 4 Tamu online