Warga Lambar Harapkan OP PDF Cetak E-mail
Senin, 12 September 2011 | 11:05 WIB
BALIKBUKIT – Masyarakat Kabupaten Lampung Barat mendesak Depot Pertamina Panjang melalui pemkab setempat segera menggelar Operasi Pasar (OP) gas elpiji di daerah setempat. Pasalnya, selain harga melambung tinggi, elpiji juga sulit didapat.
“Kita berharap pemkab mengupayakan agar pihak pertamina segera melakukan OP elpiji di kabupaten ini. Sebab, selain harganya tinggi ketersediaan elpiji juga sangat langka. Bayangkan saja tabung gas ukuran tiga kilogram (3 kg) yang sebelumnya dijual Rp18 ribu-Rp19 ribu namun saat ini mencapai Rp30 ribu sedangkan gas elpiji ukuran 12 kg Rp135 ribu-Rp150 ribu dari harga sebelumnya Rp95 ribu/tabung. Hal ini sangat menyulitkan warga,” ujar Kecamatan Waytenong, Budi kepada Radar Lambar kemarin.
Dijelaskannya, naiknya harga gas ini bukan hanya terjadi di satu kecamatan saja, melainkan hampir merata di seluruh kecamatan di Lambar. Bahkan, kata dia, ada warga Kecamatan Sumberjaya yang terpaksa membeli elpiji ke Bukitkemuning, Kabupaten Lampung Utara karena stok tabung gas di daerah itu habis.
“Kita berharap agar pemkab bergerak cepat sehingga Depot Pertamina dapat segera melaksanakan OP elpiji. Semakin cepat diupayakan pemkab maka akan semakin cepat pula Depot Pertamina melaksanakan OP,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, sejak sepekan terakhir ini, pemkab dalam hal ini Dinas Koperasi, Perindusediaan gas elpiji berikut harganya. Hasilnya bahwa ketersediaan gas elpiji di Lambar saat ini mengalami kritis alias langka, harga gas elpiji ukuran 3 kg saat ini di Kecamatan Waytenong Rp25 ribu/tabung-Rp35 ribu sedangkan harga tabung ukuran 12 kg mecapai Rp120 ribu-Rp140 ribu dari agen pengecer. (lusiana/haris t)
 
Advertise
Kami memiliki 3 Tamu online